Kalibaru Cilincing Disorot, Lumpur Berserakan Diduga Abaikan K3 dan Ganggu Aktivitas Warga
- Redaksi
- Sabtu, 18 Juli 2026 13:18
- 64 Lihat
- Nasional
Jakarta Utara – Proyek pembangunan drainase senilai Rp2.625.942.019 di Jalan Kalibaru Barat 9, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, material lumpur bekas galian diduga dibiarkan berserakan di badan jalan sehingga memicu kemacetan, mengganggu aktivitas warga, dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, Sabtu (18/7).
Pantauan di lokasi memperlihatkan lumpur hasil galian belum segera dibersihkan usai pekerjaan. Kondisi jalan yang licin dan berlumpur membuat pengendara, terutama sepeda motor, harus ekstra hati-hati saat melintas. Sejumlah warga bahkan mengaku khawatir situasi tersebut dapat memicu kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
Proyek pemasangan saluran U-Ditch yang dikerjakan PT Tangan Pembangun Nusantara dengan penanggung jawab Benny Hutagaol itu dijadwalkan berlangsung selama 60 hari kalender, mulai 26 Juni hingga 24 Agustus 2026. Adapun pengawasan proyek dilakukan oleh PT Karya Cipta Konsultan Nusantara.
Meski pekerjaan berada di wilayah RW 05, dampaknya turut dirasakan warga RW 04 Kalibaru. Selain jalan menjadi kotor dan licin, antrean kendaraan kerap terjadi pada jam-jam sibuk sehingga menghambat mobilitas masyarakat.
"Proyeknya di RW 05, tapi lumpurnya sampai ke RW 04. Jalan menjadi licin, macet, dan sangat berbahaya bagi pengendara motor maupun anak-anak yang berangkat sekolah. Kami berharap pelaksana lebih bertanggung jawab menjaga kebersihan dan keselamatan selama pekerjaan berlangsung," ujar salah seorang warga.
Warga menilai pelaksana proyek diduga belum maksimal dalam menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya terkait kebersihan area kerja dan keselamatan pengguna jalan. Mereka berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian serius dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.
Warga Minta Evaluasi dan Pengawasan Diperketat
Masyarakat mendesak agar:
PT Tangan Pembangun Nusantara segera membersihkan lumpur bekas galian setiap selesai bekerja.
Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara bersama konsultan pengawas meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melakukan evaluasi agar pekerjaan infrastruktur tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat.
"Kami mendukung pembangunan drainase demi kepentingan masyarakat. Namun, jangan sampai pelaksanaannya justru membahayakan warga. Jangan menunggu ada korban kecelakaan baru dilakukan penertiban," tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut. Masyarakat berharap langkah cepat segera dilakukan agar proyek tetap berjalan sesuai target tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan lingkungan.
(Red)